Wednesday, March 11, 2015

Menghadapi Ancaman Penyakit Paru Obstruksi Kronik

Tak banyak masyarakat yang kenal betul dengan nama penyakit yang satu ini. Pamornya mungkin kalah dengan asma atau pun tuberkulosis yang sama-sama golongan penyakit pernafasan. Padahal angka kejadiannya tinggi dan diperkirakan akan semakin bertambah banyak. Dia bahkan telah mengintai kita semua.

Memahami Penyakit Paru Obstruksi Kronik
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) bukan suatu nama penyakit tunggal. Namun PPOK adalah istilah yang menghimpun berbagai penyakit paru kronik yang menyebabkan keterbatasan aliran udara dalam paru. Istilah yang dahulu telah popular seperti ‘bronkitis kronik’ dan ‘emfisema’ tidak lagi digunakan karena sudah masuk dalam diagnosis PPOK. Yang sebetulnya terjadi pada paru PPOK adalah pembatasan aliran udara permanen dalam saluran napas.
Gejala PPOK yang paling umum adalah sesak napas (breathlessness), produksi sputum (dahak) yang banyak dan batuk kronik. Batuk kronik dan produksi sputum sering mendahului keterbatasan aliran udara dalam saluran napas, namun tidak semua individu yang batuk dan berdahak banyak akan menjadi PPOK. PPOK harus dikenal bukan hanya sebagai ‘batuknya perokok’, namun juga sebagai penyakit yang under-diagnose, dan penyakit paru yang bisa berakhir dengan kematian.

Jumlah Kasus
Menurut perkiraan World Health Organization (WHO), 80 juta orang menderita PPOK derajat sedang sampai berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal karena PPOK pada tahun 2005 di seluruh dunia. Angka ini menyumbang 5 persen semua penyebab kematian secara global. Namun, mayoritas informasi yang tersedia tentang prevalensi, angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) berasal dari negara high-income. Padahal, hampir 90 persen kematian akibat PPOK muncul di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Jika tidak ada perubahan berarti dalam kebijakan pengendalian rokok, maka PPOK ini akan secara dramatis naik peringkat menjadi rangking 3 sebagai pembunuh manusia pada tahun 2030.
Dulu kita mendapati PPOK ini lebih umum terjadi pada pria. Kini, karena peningkatan perilaku merokok pada perempuan di negara high-income dan peningkatan pajanan polusiindoor (seperti asap pembakaran ketika memasak di dapur) pada perempuan negara berkembang, PPOK menimpa nyaris sama antara pria dan perempuan.

Mendeteksi PPOK pun Butuh Usaha
Jika anda memiliki gejala batuk disertai dahak yang banyak dan juga sesak (sulit bernapas atau butuh usaha lebih untuk bernapas) disertai riwayat terpajan dengan asap rokok atau polusi lain, maka yang perlu anda lakukan berikutnya adalah melakukan pemeriksaan spirometri. Alat spirometri umumnya tersedia di berbagai rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta dan juga klinik dokter spesialis paru dan pernapasan.  Berbeda dengan alat rekam jantung, dikenal dengan nama elektrokardiografi, pemeriksaan spirometri ini sangat tergantung dengan pemahaman dan usaha kita sebagai pasien. Karena tarik napas dan buang napas itu berada dalam kontrol sadar kita. Secara sederhana, yang paling dibutuhkan bagi alat spirometri adalah aliran napas kita dari titik paru saat paling mengembang ke titik paru dimana kita tidak bisa membuang napas lagi. Akan ada maneuver-manuver lain sehubungan dengan pemeriksaan spirometri ini, namun yang penting adalah kita harus mengerti sejelas-jelasnya instruksi pemeriksa sebelum memulai pemeriksaan spirometri. Karena kalau sudah tarik napas dan buang napas berkali-kali dan ternyata keliru, akan sangat tidak efisien karena berarti harus mengulang pemeriksaan pada waktu lain.
Fakta yang unik tentang PPOK ini adalah perbedaan antara keluhan yang dirasa pasien dengan keadaan yang sebenarnya terjadi pada paru. Pasien mungkin akan mengatakan bahwa dia ‘susah bernapas’ yang berarti ‘sulit mengambil napas’. Padahal yang sebenarnya terjadi pada parunya adalah saluran napasnya membengkak sehingga mengurangi aliran udara, terutama aliran udara keluar (ekspirasi). Akibatnya udara ‘terjebak’ dalam paru dan tidak bisa keluar. Padahal udara yang terjebak ini oksigennya sudah diambil oleh tubuh jadi sudah saatnya dikeluarkan untuk diganti udara yang tinggi kadar oksigennya. Namun udara itu tidak bisa keluar. Organ paru mungkin akan mengatakan ‘tidak bisa buang napas’, walaupun pasien bilang, ‘tidak bisa ambil napas’.

Ketika Serangan Itu Datang
Salah satu pengalaman paling mengerikan bagi penderita PPOK adalah ketika ‘kambuh’. Istilah yang akan digunakan dokter anda adalah ‘eksaserbasi’. Eksaserbasi itu tidak hanya mengerikan bagi pasien, namun juga membawa pesan serius bagi dokter bahwa arah perjalanan penyakit PPOK pasiennya telah berubah. Berubah bagaimana? Salah satu akibat terpenting dari tiap kejadian eksaserbasi adalah tentang fungsi paru.
Fungsi paru yang baik itu adalah ketika paru sudah dalam keadaan tarik napas (inspirasi) maksimal, lalu mampu mengeluarkan udara sebanyak mungkin secepat mungkin. Makin banyak udara yang mampu yang dikeluarkan, makin baik. Lebih cepat, juga lebih baik. Makin sedikit udara yang tertinggal dalam paru, makin baik fungsi paru. Begitulah yang dikatakan hasil spirometri.
Setiap yang namanya eksaserbasi itu kalau sudah mereda, maka fungsi parunya tidak akan sama lagi. Eksaserbasi itu selalu mengurangi fungsi paru. Artinya, semakin sering eksaserbasi, semakin cepat fungsi parunya terkikis. Kalau fungsi paru cepat berkurang dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan tubuh, bahkan saat beristirahat, maka penderita tidak lama akan masuk dalam keadaan gagal napas.
Target pengobatan yang ada sekarang adalah bagaimana mempertahankan fungsi paru dan menjarangkan eksaserbasi. Misalnya jika tanpa diobati, frekuensi eksaserbasi bisa 2 bulan sekali. Namun setelah rajin kontrol targetnya jadi eksaserbasi 2 tahun sekali.
Bagaimanapun, fakta yang harus diterima oleh pasien PPOK adalah, PPOK itu tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan. Agar kemudian penderita bisa hidup ‘berdamai’ dengan PPOK dalam parunya.

Fariz Nurwidya 
Majalah Dokter Kita edisi Desember 2011

Strategi Menghilangkan Rokok di Indonesia

Sudah banyak sekali data dan fakta bertebaran menghiasi berbagai media mengenai angka kesakitan dan kematian akibat rokok di Indonesia dan berbagai negara lain. Kita sama-sama sudah dalam posisi menentang rokok. Maka kini mari kita simak bersama berbagai kemungkinan kebijakan pengendalian rokok dimasa depan.
  1. Pencantuman gambar-gambar kanker dan kelainan janin harus dicantumkan pada bungkus rokok dengan segera. Langkah ini sudah dijalankan pemerintah Singapura dan memberi hasil yang memuaskan pada jumlah perokok di negara tersebut. Penggunaaan kalimat nasihat di bungkus rokok saja tidak cukup memberi informasi. Perokok masih bisa merokok tanpa melihat jelas apa dampak, misalnya, 20 tahun kedepan.
  2. Iklan rokok hanya boleh menggunakan pasien-pasien yang sedang kemoterapi karena kanker akibat rokok. Pasien-pasien yang radioterapi atau baru menjalani pembedahan juga bisa dipertimbangkan. Perusahaan pengiklan tidak boleh menggunakan model iklan yang sehat. Kalau perlu, hanya artis sakit karena rokok-lah yang boleh jadi iklan rokok.  Jadi, mengiklankan rokok sebisa mungkin menghindari unsur ‘entertainment’. Dua strategi pertama ini bisa kita kategorikan sebagai ‘tampilkan apa adanya’.
  3. Warga negara yang ingin membeli rokok terlebih dahulu harus menandatangani surat yang disebut informed consent. Surat ini seperti halnya surat yang ditanda-tangani pasien sebelum menjalani pengobatan atau tidakakan pembedahan di rumah sakit.Informed consent pada warga yang ingin merokok intinya berbunyi pernyataan:
3.1. ‘Saya sudah memahami semua akibat yang ditimbulkan oleh rokok, antara lain pemendekkan usia, penyakit jantung, kanker, dan kelainan janin pada orang-orang terdekat saya
3.2. ‘Saya menjamin ketersediaan sandang, pangan papan keluarga saya tidak terpengaruhi oleh pembelian rokok. Terutama saya menjamin susu dan pendidikan bagi anak-anak saya.”
3.3. ‘Saya siap menghadapi semua penyakit dan kerugian material dan immaterial akibat rokok’
3.4. ‘Saya tidak akan menuntut siapapun atas penyakit yang akan saya derita akibat rokok’
3.5. ‘Saya tidak akan menggunakan jaminan pemeliharaan kesehatan yang disediakan pemerintah untuk warga miskin’
Penggunaan informed consent ini kita sebut sebagai tanggung jawab.

4. Penjual rokok harus mendapat penyuluhan mengenai kemungkinan usaha dagang yang lainnya.  Termasuk bekerja sama dengan pihak perbankan untuk kemudahan pemberian kredit bagi pedagang rokok yang ingin beralih ke komoditas perdagangan lainnya.

5. Pemerintah daerah tentunya sudah mengetahui jumlah petani tembakau di daerahnya. Yang bisa dilakukan dinas pertanian setempat misalnya secara rutin mendatangi petani-petani tembakau agar mengajak dan menyuluh mereka sehingga bisa memahami bertani komoditas lainnya. Jika sudah ada contoh mantan petani tembakau yang sukses beralih pada komoditas pertanian lain akan makin meningkatkan kesadaran dan semangat para petani tembakau lainnya untuk segera meninggalkan bertani tembakau. Sebetulnya, selama ini kita lihat petani-petani tembakau itu selalu dalam keadaan miskin. Mungkin karena tidak ada berkahnya dengan menanam tembakau. Saatnya mereka memberbaiki kesejahteraan hidup dengan menanam komoditas yang tinggi protein dan tinggi nutrisinya.

6. Pendekatan dengan perusahaan-perusahaan kopi, coklat, teh, kelapa sawit, industri makanan, bahkan juga industri bumbu. Apa yang perlu dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan ini? Adalah penting untuk mempersiapkan industri-industri ini untuk bisa memberi kesempatan bekerja bagi buruh-buruh pabrik rokok yang ingin bekerja dengan pabrik non-rokok ini. Industri rokok selama ini kita dengar sering berdalih bahwa penutupan pabrik rokok akan berimbas pada hilangnya nafkah pada ribuan buruh-buruh pabrik rokok. Dalih industri rokok ini selain mengandung banyak unsur manipulasinya, juga mudah sekali dijawab. Salah satunya dengan penerimaan, misalnya, industri makanan terhadap buruh pabrik rokok. Langkah ini baiknya dijalankan 5 tahun sebelum pemerintah bisa menutup sama sekali pabrik rokok. Pentahapan itu penting. Inilah kunci sukses langkah nomor 4 sampai nomor 6, yaitu ‘insentif ekonomi’.

7. Penambahan elemen ‘tidak merokok’ di iklan pembukaan lowongan pekerjaan. Diharapkan syarat ‘tidak merokok’ bisa menjadi penambah semangat bagi pencari kerja yang sedang ingin berhenti merokok. Lebih lanjut, dalam mempromosikan karyawan, kriteria ‘tidak merokok’ dapat digunakan untuk proses penilaian. Perusahaan diharapkan dapat memberi penghargaan kecil-kecilan bagi staf yang tidak merokok. Ini nantinya bisa membentuk mind-set bahwa yang namanya tidak merokok itu adalah prestasi. Nomor 7 ini bisa kita sebut sebagai ‘insentif karir’.

8. Alokasi cukai tembakau untuk dana iklan layanan kesehatan anti rokok. Ini penting karena kita berhadapan dengan iklan rokok yang didukung oleh modal-modal besar. Makin besar penjualan rokok harus diiringi oleh peningkatan iklan layanan masyarakat bertajuk antirokok. Kita bisa membentuk ‘rem’ yang menahan laju penggunaan rokok. Kita bisa kategorikan ini sebagai ‘insentif iklan’.

Kita mungkin tabu dengan konsep bahwa perokok itu adalah warga negara yang ‘unik’. Apa yang ‘unik’? Perokok itu unik karena ketika sehat, secara sadar dia menjemput semua risiko buruk bagi dirinya dan orang-orang terdekatnya. Lalu ketika risiko itu benar-benar terjadi, dipastikan menyesal telah merokok. Nyaris mustahil kita temui penderita kanker paru yang mengatakan, “saya tidak menyesal karena telah merokok.”. Jadi hampir 100 persen pasien yang pernah merokok pasti menyesal pernah merokok.
Karena keunikannya itu, kita harus mulai memperkenalkan konsep warga negara yang ‘unik’. Disebabkan berstatus penduduk ‘unik’, patutlah dipertimbangkan hak yang ‘unik’ pula, seperti contoh-contoh yang telah disebutkan diatas, antara lain, pengurangan kesempatan bekerja dan pengurangan kesempatan mendapat jaminan kesehatan pemerintah untuk warga miskin.
Kita jangan membatasi kreativitas berpikir kita mengenai kemungkinan-kemungkinan strategi menghilangkan tembakau dari bumi Nusantara. Agar suatu saat kita bisa memiliki ‘Indonesia Bebas dari Rokok’. Segala kemungkinan itu harus dipikirkan, didiskusikan, untuk kemudian dicari jalan penerapan di lapangan. Persis seperti yang dilakukan industri rokok untuk meningkatkan penjualan rokok di Indonesia.
Maka kini kita memahami beberapa kunci baru eliminasi rokok di Indonesia: ‘tampilkan apa adanya’, tanggung jawab, insentif ekonomi, insentif karir dan insentif iklan.

Fariz Nurwidya
(Majalah Dokter Kita, edisi Januari 2012)

Monday, March 9, 2015

Penanganan Luka di Rumah

Terkadang kecelakaan kecil bahkan besar tanpa sengaja bisa terjadi dimana saja, termasuk di rumah. Terutama pada anak-anak yang belum terlalu paham dengan bahaya. Oleh karenanya sebagai orang tua, penting sekali kita mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama pada kejadian luka ini. Prinsip utama pertolongan pertama adalah jangan menambah berat luka karena tindakan kita yang keliru walau niat kita menolong. Karena sering sekali tim medis menemukan terapi-terapi yang dilakukan oleh orang tua yang malah membuat luka menjadi semakin berat, sehingga terapi lebih susah. Misalnya pemberian bubuk kopi pada luka terbuka atau pasta gigi pada luka bakar, memijat-mijat luka tertutup, dan banyak yang lainnya.
Luka atau cedera adalah terjadinya kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Luka sifatnya bisa terbuka dan juga bisa tertutup. Pada luka terbuka dapat terlihat keluarnya darah sedang pada luka tertutup tidak. Luka tertutup misalnya luka memar, lebam atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘benjol’. Walau tidak ada darah yang keluar, sebenarnya di dalam kulit ada kerusakan struktur jaringan tubuh atau ada pembuluh darah pecah dan terakumulasi di dalam jaringan bawah kulit.

Luka terbuka
Ketika terluka ada tiga jenis pembuluh darah yang kemungkinan rusak atau terpotong, yaitu :
1. Pembuluh darah nadi atau arteri, ditandai dengan darah yang warnanya lebih terang dan alirannya memancar, berdenyut sesuai denyut nadi pada bagian yang terluka. Jika yang terkena adalah pembuluh arteri besar, bisa membahayakan nyawa.
2. Pembuluh darah balik atau vena, ditandai dengan darah berwarna agak gelap dan keluarnya mengalir secara spontan.
3. Pembuluh kapiler, ciri khasnya adalah darah yang keluar merembes perlahan. Ini karena pembuluh kapiler adalah pembuluh darah terkecil dan hampir tidak memiliki tekanan. Jika terjadi perdarahan, biasanya akan membeku sendiri. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang seperti darah arteri atau bisa juga gelap seperti darah vena. Contohnya adalah luka gores.
Penanganan luka terbuka
1. Dengan menggunakan sapu tangan atau kain tebal yang bersih, tekan daerah luka dengan perlahan tapi cukup kuat. Tindakan ini dapat menghentikan sebagian besar perdarahan. Pertahankan tekanan untuk beberapa saat.
2. Jika perdarahan terjadi di sekitar lengan atau tungkai, maka tinggikan bagian tersebut sedikit di atas jantung sambil terus menekan sumber perdarahan
3. Apabila darah telah memenuhi kain, tekanan jangan dilepas, tetapi tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan tangan.
4. Apabila perdarahan terhenti atau berkurang, gunakan perban atau kain panjang untuk diikatkan pada kain penutup luka. Tujuannya adalah tetap mempertahankan tekanan.
5. Tali perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri lain ikut terhenti.
6. Jika luka besar dan darah tidak berhenti, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat sambil terus dilakukan penekanan luka.
7. Jangan memberi bubuk apa pun pada luka, misal bubuk kopi, bubuk obat dengan tujuan agar luka tertutup dan terkesan perdarahan sudah berhenti.

Luka tertutup atau memar
Anak kecil sering sekali mengalami luka ini, bahasa umum yang sering dipakai adalah ‘benjol’. Biasanya karena terjatuh atau terbentur suatu benda keras. Bagian tubuh yang memar biasanya terasa sakit, timbul bengkak atau benjolan. Kulit akan memerah yang nantinya berubah warna menjadi biru atau hijau dan akhirnya hilang.
Luka tertutup atau memar ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, perlu dilakukan beberapa hal agar memar dapat sembuh lebih cepat, yaitu:
1. Istirahatkan daerah yang memar terutama jika yang cedera bagian tungkai
2. Sesegera mungkin kompreslah dengan menggunakan air dingin atau es pada daerah yang memar untuk mengurangi atau menghentikan perdarahan di dalam jaringan dan menghentikan pembengkakan.
3. Setelah 24 jam, gunakan kompres hangat untuk membantu penyembuhan luka. Kompres hangat akan membantu pembuluh darah lain yang tidak rusak melakukan penyerapan darah yang keluar dan terakumulasi akibat luka memar .
4. Bila memar bertambah parah atau bengkak dan terlihat perubahan bentuk yang tidak normal dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.

Luka Bakar
Tujuan pertolongan pertama pada luka bakar adalah untuk mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, serta mengatasi peristiwa syok yang mungkin dialami korban terutama pada luka yang berat. Caranya adalah dengan menurunkan suhu di sekitar luka bakar sehingga dapat mencegah luka pada jaringan di bawahnya berkembang lebih parah lagi.
Berdasarkan kedalaman luka, ada tiga tingkatan luka bakar. Luka bakar tingkat I adalah luka bakar ringan dengan tingkat kerusakan jaringan hanya di bagian epidermis (bagian kulit paling atas). Contohnya adalah ketika terkena sengatan matahari tanpa pelindung (sunburn) atau kontak langsung dengan obyek yang panas seperti air mendidih. Luka bakar seperti ini umumnya tidak disertai kelepuhan pada kulit. Luka bakar tingkat II atau luka bakar derajat sedang adalah luka bakar yang menyebabkan kerusakan pada lapisan di bawah epidermis sampai ke dermis. Sedang luka bakar 
derajat III jika sudah lebih dalam lagi, bahkan sampai ke otot atau tulang. Biasanya pada luka bakar derajat III sudah tidak terasa sakit karena jaringan saraf sudah ikut terbakar.
Penanganan Luka Bakar
 1.    Hentikan proses terbakar, misalnya menyingkirkan atau melepaskan pakaian atau benda lain yang masih melekat pada korban dan berpotensi ikut terbakar.
 2.    Siram bagian luka yang terbakar dengan air mengalir selama 20 – 30 menit atau sampai rasa sakit menghilang.
 3.     Tutup luka bakar dengan kain bersih atau kassa untuk mencegah infeksi terutama jika sedang berada di lokasi yang kurang bersih.
 4.  Jangan memberi pasta gigi, mentega atau minyak bahkan obat-obatan pada luka bakar tanpa persetujuan dokter
 5.     Jika luka bakar luas dan berat, jaga agar korban tetap hangat dan segeralah ke dokter atau rumah sakit terdekat. 

sumber : Modul pelatihan Emergency First Aid Course (EFAC) BSMI Jakarta Pusat

Artikel ini dibuat untuk www.fahima.org

Yochien no obentou




Hari terakhir よちえん の おべんとう (bento TK)

Di Jepang anak sekolah tidak mempunyai kebiasaan jajan, dari TK sampai SMP, dan sebagian SMA. Makan siang disediakan oleh Sekolah dengan berkoordinasi bersama Ahli Gizi. Saat awal mendaftar sekolah, ada wawancara mengenai menu makan siang ini, apakah anak ada alergi atau pantangan makanan tertentu. Sebagai muslim kamipun demikian, dengan tegas menjelaskan bahwa anak kami tidak bisa makan babi, daging/ayam dari sekolah, sake/mirin dan derivatnya. Hasilnya, khusus Fahira setiap hari makanan full dari rumah, karena terlalu ribet untuk pesanan ke perusahaan kateringnya -smile-

Tak terasa sudah 2 tahun berjibaku dipagi hari menyiapkan bento TK ini, Lirik foto menu bulanan sekolah, kemudian masak, lirik foto lagi kemudian menata di wadah lucu yang didapat dari sekolah, lirik lagi untuk memastikan tidak ada yang terlupa, baru di kemas dalam kantong bento dan dimasukkan ke tas. Begitulah hampir setiap pagi

Saya bersyukur sekali mendapat kesempatan belajar "dunia perbentoan" di Negeri Sakura ini. Hebatnya didalam foto bentou tertera berapa kadar kalori dari satu bento, menu-pun bervariasi dari hari ke hari, dengan 2-3 lauk berbeda, sayur dan buah tentunya.

Apakah repot, ribet? ternyata tidak juga. Justru membantu saya tidak bingung lagi menentukan menu sarapan dan bento Abi-nya anak-anak (boleh dibilang bento makan siang fahira dan abi sama, cuma beda ukuran dan tambahan sambal). Dan sejak perbentoan ini pula fahira jadi suka sayur dan buah, Alhamdulillah.

Selain bento, saya belajar banyak dari TK disini, hal utama yg ingin dicapai adalah bukan prestasi/baca tulis/matematika (walau ini jg dipelajari), Tapi yang utama adalah kemandirian, kreativitas dan penanaman karakter : sopan santun, budaya antri juga membuang sampah pada tempatnya.

-Tiba-tiba ingin punya usaha bento TK saat pulang ke indonesia nanti, karena khawatir sudah lupa cara pegang jarum suntik :D-

Hand Foot Mouth Disease







Bulan Juni-Agustus Jepang memasuki musim panas dengan suhu rata-rata 33-35 derajat celcius. Berbeda musim berbeda pula jenis penyakit infeksi yang menyebar. Saat ini, di Jepang terutama Tokyo dan Jepang Barat, sedang terjadi wabah Teashikuchibyo atau HFMD.

HFMD adalah penyakit dengan gejala flu pada umumnya yaitu batuk, pilek dan demam. Namun gejala yang lebih spesifik yaitu setelah anak mengalami demam sekitar 2-3 hari, akan muncul ruam merah dan lesi (berair seperti cacar) didaerah sekitar mulut, lidah, tenggorokan dan pipi. Juga di daerah bokong, selangkangan, tangan dan kaki (pada bayi). Keluhan yang paling menganggu adalah nyeri tenggorokan, yang bisa membuat bayi menolak untuk makan minum bahkan menolak menyusui, sehingga akibat yang di khawatirkan adalah dehidrasi.

HFMD umumnya menyerang bayi dan anak-anak dibawah 5 tahun. Bisa juga menginfeksi dewasa, namun kejadiannya jarang. Penyebabnya adalah virus dari kelompok Enterovirus, yaitu poliovirus, coxsackievirus, echovirus,  dan enterovirus. Macam-macam virus ini sangat mudah menular pada anak-anak, terutama yang daya tahan tubuh nya belum sempurna.

Bagaimana mencegah nya?
1. Biasakan mencuci tangan pakai sabun lebih sering, terutama jika baru dari keluar rumah.
2. Saat sedang mewabah, hindari mengajak balita ke pusat keramaian seperti taman bermain, jidoukan, termasuk kolam renang di taman.
3. Cuci mainan terutama yang sudah digigit atau kena liur anak.

Jika sudah terinfeksi penyakit ini, apa yg harus dilakukan?
Sebagaimana infeksi virus pada umumnya, insyaAllah penyakit ini akan sembuh sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah :
1. Berikan obat penurun panas sekaligus pengurang rasa nyeri.
2. Memberikan makanan yang lunak, mudah ditelan, kalau bisa makanan yang tidak perlu dikunyah. Berikan juga makanan yang sifatnya dingin seperti buah-buahan, puding dan jeli agar anak lebih nyaman. Namun hindari makanan yang asam, pedas dan merangsang tenggorokan.

Untuk bayi di bawah satu tahun, berilah ASI lebih sering, jikalau menolak jg, perah ASI dan berikan pada bayi dengan menggunakan pipet/spuit.

Semoga bermanfaat

Flu dan Selesma

Flu Istilah Rancu

Banyak masyarakat awam bahkan praktisi kesehatan mudah menggunakan kata flu untuk penyakit batuk pilek, sebenarnya flu itu istilah yang rancu, karena tidak semua gejala bersin, hidung tersumbat, dan batuk bisa dikatakan flu.

Flu, berasal dari istilah influenza yang merupakan salah satu jenis virus. Jadi jika kita mengatakan sakit flu, pengertiannya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Sedangkan untuk penyakit dengan gejala bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk atau kurang enak badan lebih tepat disebut dengan penyakit common cold atau selesma yang angka kejadiannya cukup tinggi terutama pada balita. Selesma/common cold merupakan gabungan berbagai gejala yang mengganggu saluran napas bagian atas, terutama selaput lendir hidung. Selesma bersifat self-limiting yang berarti ‘sembuh sendiri’ dan bisa disebabkan oleh beberapa jenis virus, diantaranya rhinovirus, coronavirus, adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV). Uniknya, virus influenza dan parainfluenza juga bisa menyebabkan gejala selesma, terutama dengan manifestasi gejala yang lebih ringan.

Sedangkan influenza adalah penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular dengan gejala yang lebih berat dari selesma, yaitu batuk dan pilek yang lebih berat, demam yang lebih tinggi dibanding selesma, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, bahkan bisa menyebabkan komplikasi berupa pneumonia atau radang paru. Influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A, B atau bisa juga C, namun ini jarang. Gejala yang lebih berat biasanya disebabkan oleh virus influenza tipe A, yang bisa menimbulkan wabah seperti flu burung (H5N1) atau flu babi (H1N1).

Penyebaran dapat terjadi adanya kontak langsung dan kontak tak langsung. Tubuh yang sehat memiliki daya tahan alami yang cukup kuat untuk melindunginya terhadap berbagai penyakit dan virus. Namun, bila sistem daya tahan tubuh menurun, maka virus dapat masuk dan menginvasi ke dalam sel-sel tubuh. Pertama kali, virus akan menyerang mukosa hidung, leher dan saluran pernafasan, dimana bulu-bulu getarnya dirusak. Keadaan ini timbul bila imunitas tubuh tidak baik, misal dikarenakan menderita penyakit serius, kerja fisik yang terlalu berat dan terlampau letih, kurang istirahat, banyak stres atau tidak cukup makan bergizi.

Waspadai di Musim Pancaroba

Pada musim pancaroba, termasuk musim dingin yg berubah-ubah suhunya ini, insiden penyakit selesma dan influenza meningkat. Temperatur yang sering berubah-ubah dan kelembapan yang rendah, dapat membuat daya tahan tubuh menurun dan kondisi ini juga sangat ideal bagi banyak virus untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit pada musim pancaroba dibanding musim yang temperaturnya relatif stabil.

Balita lebih rentan terkena selesma maupun influenza., alasannya adalah
  • Sistem daya tahan tubuh masih lemah dan relatif belum matang dibandingkan orang dewasa karena masih dalam tahap tumbuh kembang
  • Diameter saluran nafas lebih kecil dari dewasa sehingga jika terjadi peradangan saluran nafas, gejala yang ditimbulkan lebih berat, misalnya sesak nafas.
  • Biasanya anak-anak suka mengkonsumsi es, snack atau makanan-makanan tertentu yang bisa merangsang batuk atau pilek bagi anak yang mempunyai riwayat alergi
  • Lingkungan yang kurang baik untuk kesehatan pernafasan misal lingkungan yang tinggi polusi, kelembapan rendah, banyak asap rokok dapat menurunkan daya tahan saluran nafas terutama pada anak.
  • Anak-anak gampang tertular dari dewasa yang menderita flu atau selesma yang tidak memakai masker saat bersin dan batuk.


Mencegah lebih baik dari mengobati

Umumnya flu dan Selesma bersifat sembuh sendiri, sehingga sasaran pengobatannya bersifat meringankan gejala. Istirahat yang cukup serta mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang sangat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan.

Berhati-hatilah menggunakan obat-obat over the counter (OTC) untuk flu atau selesma, yang bisa dibeli sendiri tanpa resep dokter. Karena biasanya mengandung lebih dari satu zat aktif dan tak jarang mengandung zat aktif yang kurang dianjurkan untuk anak-anak yang menderita flu atau selesma biasa, misalnya antitusif, dekongestan dan antihistamin. Dekongestan biasanya digunakan pada penderita yang mengalami rhinitis alergi tahunan sedangkan antitusif (penekan batuk) digunakan pada batuk rejan, berupa batuk hebat dan terus-menerus

Pencegahan merupakan obat paling mujarab mengatasi selesma dan flu.
Hal-hal yang dapat dilakukan adalah
  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun terutama jika baru pulang dari bepergian keluar rumah.
  2. Menghindari kontak dengan penderita influenza.
  3. Menggunakan masker, terutama dalam ruang tertutup, misal dalam kereta, mall atau ruang kerja.
  4. Makan makanan yang bergizi, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin untuk membangun daya tahan tubuh
  5. Tetap olah raga teratur dan istirahat yang cukup
  6. Jika ada gejala flu, terutama demam tinggi segeralah kedokter
  7. Dianjurkan untuk vaksinasi influenza..

Vaksin flu isinya selalu berubah tiap tahun, disesuaikan dengan serotipe virus yang berkembang tahun itu. Dan yang perlu digarisbawahi adalah vaksin ini mencegah penyakit yang ditularkan oleh virus influenza dan bukan untuk mencegah semua gejala batuk pilek. Sebagaimana kita ketahui diawal bahwa selesma penyebabnya bermacam-macam, terutama rhinovirus, adapun influenza menyebabkan gejala yang lebih berat. Apalagi influenza bisa menyebabkan komplikasi radang paru terutama pada golongan yang rentan, seperti anak dengan penyakit jantung, ginjal, asma juga pada usia lanjut. Dan Komplikasi influenza inilah yang dicegah dengan pemberian vaksin inluenza.

Antisipasi Selesma/flu 

Siapkan obat-obat berikut untuk antisipasi jika flu/selesma.
  • Obat penurun panas jika temperatur diatas 38,5 C
  • Obat pengencer dahak (misalnya ambroksol dan erdostein),
  • Jika hidung tersumbat bisa menggunakan tetes hidung yang berisi cairan fisiologis dan untuk mengurangi sumbatan, posisi tidur bayi atau balita dianjurkan miring atau tengkurap.
  • Terpenting, perbanyak anak minum air putih hangat, karena selain membantu mengencerkan dahak juga bisa menurunkan panas secara lebih alami.
  • Hindari penggunaan antibiotika yang tidak diperlukan, kecuali dokter dapat membuktikan indikasi adanya infeksi bakteri.
  • Orangtua dapat memberikan multivitamin jika terdapat kesulitan asupan makan selama sakit sehingga kebutuhan vitaminnya dicukupkan dengan penambahan multivitamin.
  • Pemberian antivirus atas anjuran dokter ^_^


Semoga bermanfaat


#artikel yang mirip pernah di muat dimajalah dokter kita dan web fahima.org

Merantau

Imam Syafii berkata :
"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulan, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam,
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan "

Syair inilah yang menjadi penghibur dan penguat keluarga kami ketika jauh dari keluarga besar. Justru dengan merantaulah banyak hikmah dan pengalaman baru yang didapat.