Monday, March 9, 2015

Yochien no obentou




Hari terakhir よちえん の おべんとう (bento TK)

Di Jepang anak sekolah tidak mempunyai kebiasaan jajan, dari TK sampai SMP, dan sebagian SMA. Makan siang disediakan oleh Sekolah dengan berkoordinasi bersama Ahli Gizi. Saat awal mendaftar sekolah, ada wawancara mengenai menu makan siang ini, apakah anak ada alergi atau pantangan makanan tertentu. Sebagai muslim kamipun demikian, dengan tegas menjelaskan bahwa anak kami tidak bisa makan babi, daging/ayam dari sekolah, sake/mirin dan derivatnya. Hasilnya, khusus Fahira setiap hari makanan full dari rumah, karena terlalu ribet untuk pesanan ke perusahaan kateringnya -smile-

Tak terasa sudah 2 tahun berjibaku dipagi hari menyiapkan bento TK ini, Lirik foto menu bulanan sekolah, kemudian masak, lirik foto lagi kemudian menata di wadah lucu yang didapat dari sekolah, lirik lagi untuk memastikan tidak ada yang terlupa, baru di kemas dalam kantong bento dan dimasukkan ke tas. Begitulah hampir setiap pagi

Saya bersyukur sekali mendapat kesempatan belajar "dunia perbentoan" di Negeri Sakura ini. Hebatnya didalam foto bentou tertera berapa kadar kalori dari satu bento, menu-pun bervariasi dari hari ke hari, dengan 2-3 lauk berbeda, sayur dan buah tentunya.

Apakah repot, ribet? ternyata tidak juga. Justru membantu saya tidak bingung lagi menentukan menu sarapan dan bento Abi-nya anak-anak (boleh dibilang bento makan siang fahira dan abi sama, cuma beda ukuran dan tambahan sambal). Dan sejak perbentoan ini pula fahira jadi suka sayur dan buah, Alhamdulillah.

Selain bento, saya belajar banyak dari TK disini, hal utama yg ingin dicapai adalah bukan prestasi/baca tulis/matematika (walau ini jg dipelajari), Tapi yang utama adalah kemandirian, kreativitas dan penanaman karakter : sopan santun, budaya antri juga membuang sampah pada tempatnya.

-Tiba-tiba ingin punya usaha bento TK saat pulang ke indonesia nanti, karena khawatir sudah lupa cara pegang jarum suntik :D-

Hand Foot Mouth Disease







Bulan Juni-Agustus Jepang memasuki musim panas dengan suhu rata-rata 33-35 derajat celcius. Berbeda musim berbeda pula jenis penyakit infeksi yang menyebar. Saat ini, di Jepang terutama Tokyo dan Jepang Barat, sedang terjadi wabah Teashikuchibyo atau HFMD.

HFMD adalah penyakit dengan gejala flu pada umumnya yaitu batuk, pilek dan demam. Namun gejala yang lebih spesifik yaitu setelah anak mengalami demam sekitar 2-3 hari, akan muncul ruam merah dan lesi (berair seperti cacar) didaerah sekitar mulut, lidah, tenggorokan dan pipi. Juga di daerah bokong, selangkangan, tangan dan kaki (pada bayi). Keluhan yang paling menganggu adalah nyeri tenggorokan, yang bisa membuat bayi menolak untuk makan minum bahkan menolak menyusui, sehingga akibat yang di khawatirkan adalah dehidrasi.

HFMD umumnya menyerang bayi dan anak-anak dibawah 5 tahun. Bisa juga menginfeksi dewasa, namun kejadiannya jarang. Penyebabnya adalah virus dari kelompok Enterovirus, yaitu poliovirus, coxsackievirus, echovirus,  dan enterovirus. Macam-macam virus ini sangat mudah menular pada anak-anak, terutama yang daya tahan tubuh nya belum sempurna.

Bagaimana mencegah nya?
1. Biasakan mencuci tangan pakai sabun lebih sering, terutama jika baru dari keluar rumah.
2. Saat sedang mewabah, hindari mengajak balita ke pusat keramaian seperti taman bermain, jidoukan, termasuk kolam renang di taman.
3. Cuci mainan terutama yang sudah digigit atau kena liur anak.

Jika sudah terinfeksi penyakit ini, apa yg harus dilakukan?
Sebagaimana infeksi virus pada umumnya, insyaAllah penyakit ini akan sembuh sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah :
1. Berikan obat penurun panas sekaligus pengurang rasa nyeri.
2. Memberikan makanan yang lunak, mudah ditelan, kalau bisa makanan yang tidak perlu dikunyah. Berikan juga makanan yang sifatnya dingin seperti buah-buahan, puding dan jeli agar anak lebih nyaman. Namun hindari makanan yang asam, pedas dan merangsang tenggorokan.

Untuk bayi di bawah satu tahun, berilah ASI lebih sering, jikalau menolak jg, perah ASI dan berikan pada bayi dengan menggunakan pipet/spuit.

Semoga bermanfaat

Flu dan Selesma

Flu Istilah Rancu

Banyak masyarakat awam bahkan praktisi kesehatan mudah menggunakan kata flu untuk penyakit batuk pilek, sebenarnya flu itu istilah yang rancu, karena tidak semua gejala bersin, hidung tersumbat, dan batuk bisa dikatakan flu.

Flu, berasal dari istilah influenza yang merupakan salah satu jenis virus. Jadi jika kita mengatakan sakit flu, pengertiannya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Sedangkan untuk penyakit dengan gejala bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk atau kurang enak badan lebih tepat disebut dengan penyakit common cold atau selesma yang angka kejadiannya cukup tinggi terutama pada balita. Selesma/common cold merupakan gabungan berbagai gejala yang mengganggu saluran napas bagian atas, terutama selaput lendir hidung. Selesma bersifat self-limiting yang berarti ‘sembuh sendiri’ dan bisa disebabkan oleh beberapa jenis virus, diantaranya rhinovirus, coronavirus, adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV). Uniknya, virus influenza dan parainfluenza juga bisa menyebabkan gejala selesma, terutama dengan manifestasi gejala yang lebih ringan.

Sedangkan influenza adalah penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular dengan gejala yang lebih berat dari selesma, yaitu batuk dan pilek yang lebih berat, demam yang lebih tinggi dibanding selesma, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, bahkan bisa menyebabkan komplikasi berupa pneumonia atau radang paru. Influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A, B atau bisa juga C, namun ini jarang. Gejala yang lebih berat biasanya disebabkan oleh virus influenza tipe A, yang bisa menimbulkan wabah seperti flu burung (H5N1) atau flu babi (H1N1).

Penyebaran dapat terjadi adanya kontak langsung dan kontak tak langsung. Tubuh yang sehat memiliki daya tahan alami yang cukup kuat untuk melindunginya terhadap berbagai penyakit dan virus. Namun, bila sistem daya tahan tubuh menurun, maka virus dapat masuk dan menginvasi ke dalam sel-sel tubuh. Pertama kali, virus akan menyerang mukosa hidung, leher dan saluran pernafasan, dimana bulu-bulu getarnya dirusak. Keadaan ini timbul bila imunitas tubuh tidak baik, misal dikarenakan menderita penyakit serius, kerja fisik yang terlalu berat dan terlampau letih, kurang istirahat, banyak stres atau tidak cukup makan bergizi.

Waspadai di Musim Pancaroba

Pada musim pancaroba, termasuk musim dingin yg berubah-ubah suhunya ini, insiden penyakit selesma dan influenza meningkat. Temperatur yang sering berubah-ubah dan kelembapan yang rendah, dapat membuat daya tahan tubuh menurun dan kondisi ini juga sangat ideal bagi banyak virus untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit pada musim pancaroba dibanding musim yang temperaturnya relatif stabil.

Balita lebih rentan terkena selesma maupun influenza., alasannya adalah
  • Sistem daya tahan tubuh masih lemah dan relatif belum matang dibandingkan orang dewasa karena masih dalam tahap tumbuh kembang
  • Diameter saluran nafas lebih kecil dari dewasa sehingga jika terjadi peradangan saluran nafas, gejala yang ditimbulkan lebih berat, misalnya sesak nafas.
  • Biasanya anak-anak suka mengkonsumsi es, snack atau makanan-makanan tertentu yang bisa merangsang batuk atau pilek bagi anak yang mempunyai riwayat alergi
  • Lingkungan yang kurang baik untuk kesehatan pernafasan misal lingkungan yang tinggi polusi, kelembapan rendah, banyak asap rokok dapat menurunkan daya tahan saluran nafas terutama pada anak.
  • Anak-anak gampang tertular dari dewasa yang menderita flu atau selesma yang tidak memakai masker saat bersin dan batuk.


Mencegah lebih baik dari mengobati

Umumnya flu dan Selesma bersifat sembuh sendiri, sehingga sasaran pengobatannya bersifat meringankan gejala. Istirahat yang cukup serta mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang sangat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan.

Berhati-hatilah menggunakan obat-obat over the counter (OTC) untuk flu atau selesma, yang bisa dibeli sendiri tanpa resep dokter. Karena biasanya mengandung lebih dari satu zat aktif dan tak jarang mengandung zat aktif yang kurang dianjurkan untuk anak-anak yang menderita flu atau selesma biasa, misalnya antitusif, dekongestan dan antihistamin. Dekongestan biasanya digunakan pada penderita yang mengalami rhinitis alergi tahunan sedangkan antitusif (penekan batuk) digunakan pada batuk rejan, berupa batuk hebat dan terus-menerus

Pencegahan merupakan obat paling mujarab mengatasi selesma dan flu.
Hal-hal yang dapat dilakukan adalah
  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun terutama jika baru pulang dari bepergian keluar rumah.
  2. Menghindari kontak dengan penderita influenza.
  3. Menggunakan masker, terutama dalam ruang tertutup, misal dalam kereta, mall atau ruang kerja.
  4. Makan makanan yang bergizi, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin untuk membangun daya tahan tubuh
  5. Tetap olah raga teratur dan istirahat yang cukup
  6. Jika ada gejala flu, terutama demam tinggi segeralah kedokter
  7. Dianjurkan untuk vaksinasi influenza..

Vaksin flu isinya selalu berubah tiap tahun, disesuaikan dengan serotipe virus yang berkembang tahun itu. Dan yang perlu digarisbawahi adalah vaksin ini mencegah penyakit yang ditularkan oleh virus influenza dan bukan untuk mencegah semua gejala batuk pilek. Sebagaimana kita ketahui diawal bahwa selesma penyebabnya bermacam-macam, terutama rhinovirus, adapun influenza menyebabkan gejala yang lebih berat. Apalagi influenza bisa menyebabkan komplikasi radang paru terutama pada golongan yang rentan, seperti anak dengan penyakit jantung, ginjal, asma juga pada usia lanjut. Dan Komplikasi influenza inilah yang dicegah dengan pemberian vaksin inluenza.

Antisipasi Selesma/flu 

Siapkan obat-obat berikut untuk antisipasi jika flu/selesma.
  • Obat penurun panas jika temperatur diatas 38,5 C
  • Obat pengencer dahak (misalnya ambroksol dan erdostein),
  • Jika hidung tersumbat bisa menggunakan tetes hidung yang berisi cairan fisiologis dan untuk mengurangi sumbatan, posisi tidur bayi atau balita dianjurkan miring atau tengkurap.
  • Terpenting, perbanyak anak minum air putih hangat, karena selain membantu mengencerkan dahak juga bisa menurunkan panas secara lebih alami.
  • Hindari penggunaan antibiotika yang tidak diperlukan, kecuali dokter dapat membuktikan indikasi adanya infeksi bakteri.
  • Orangtua dapat memberikan multivitamin jika terdapat kesulitan asupan makan selama sakit sehingga kebutuhan vitaminnya dicukupkan dengan penambahan multivitamin.
  • Pemberian antivirus atas anjuran dokter ^_^


Semoga bermanfaat


#artikel yang mirip pernah di muat dimajalah dokter kita dan web fahima.org

Merantau

Imam Syafii berkata :
"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulan, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam,
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan "

Syair inilah yang menjadi penghibur dan penguat keluarga kami ketika jauh dari keluarga besar. Justru dengan merantaulah banyak hikmah dan pengalaman baru yang didapat.

Para Pengemban Ilmu

Menurut Adz Dzahabi, Orang berilmu menjaga lisannya karena Allah.
Jika takjub pada bicaranya dia Diam. Jika takjub pada diam nya dia Bicara.

Ucapan Asy-Syafi'i untuk renungan pagi ini, "Aku sangat ingin agar manusia memahami ilmu ini dan tak menyandarkannya padaku sedikitpun".

-bukan ilmu sejati, jika membuat mu merasa lebih tinggi. Bukan pemahaman hakiki, jika membuat mu enggan belajar lagi-

Tinggi nya cita, menyempitkan waktu santaimu.
Dalam nya Ilmu, meluaskan jalan baktimu.
Ketika ilmu yang di bincangkan lebih banyak dari pada yang di asup seharian; hampa dan ngilu menyesak ke kerongkongan.
Tabiat ilmu berlelah-lelah.
Sebab ia jalan tuk naik ke ketinggian; pendakian terjal, udaranya menipis, sesak dan payah.

Walau terlanjur dianggap berilmu, jangan malu mengatakan "aku tak tahu".
Dengan begitu Allah yang kan jadi Guru mu. 
Jagalah ilmu dengan amal. 
Jagalah amal dengan ikhlas. 
Jagalah ikhlas dengan istiqomah. 
Jagalah istiqomah dengan ihsan.
Kesalahan para MUDA ; mengira kecerdasan penentu pengalaman.
Kesalahan para TUA; mengira pengalaman penentu kecerdasan.


KCMM -Salim A Fillah-

-----------------------

Begitu juga motto Lajnah al Falah, keluarga kami, ingin menjadi keluarga pengemban, pencinta ilmu Allah

Wisuda TK yang Penuh Makna


Orang bijak mengatakan, dimana pun berada, ambillah yang baik dan tinggalkan yang buruk. Banyak pengalaman berharga yang bisa di ambil dari pendidikan jepang, walau ada juga yang membuat hati ketar ketir khawatir dengan budaya mereka yang bebas.

Salah satu pengalaman berharga yang sempat kami alami di Jepang, adalah saat mengikuti Upacara kelulusan TK atau bisa dibilang wisuda. Diluar dugaaan saya bagaimana biasanya acara anak-anak, wisuda TK ini berlangsung khidmat dan penuh haru, khas orang jepang : resmi, tepat waktu dan tanpa makan-makan, apalagi hiburan. Kebetulan anak saya sekolah di TK swasta, “Shiraume yochien” namanya. Dipilih karena alasan jarak yang dekat dan ada teman indonesia yang juga sekolah di sana.

Setelah kata sambutan dari Kepala sekolah dan pejabat-pejabat daerah, anak- anak dipanggil maju kedepan satu persatu, untuk menerima piagam kelulusan dari kepala sekolah. Teratur dan rapi sekali, anak-anak sudah mengerti kapan bersiap dan berdiri, kapan berbaris disamping dan kapan maju kedepan, Dengan dipandu guru/sensei dan tentu nya sudah dilatih beberapa hari sebelumnya. Kemudian setiap anak yang sudah menerima piagam akan dengan lantang menjawab “Arigatou gozaimasu =  Terima kasih” sambil membungkukkan badan khas orang Jepang kepada kepala sekolah kemudian kepada para hadirin.

Saya berkali kali berdecak kagum, “hey, mereka masih TK”, mereka yang keseharian nya lebih banyak bermain, bercanda dan tentu saja masih sering menangis. Tak percaya rasanya melihat anak-anak usia 6 tahun-an ini bisa bersikap serius dan resmi layaknya wisudawan universitas tapi tetap tidak meninggalkan ke-khas-an mereka sebagai anak. Patut diacungi jempol kebiasaan ini.

Acara juga di isi dengan arahan dan pesan kesan dari kepala sekolah dan pejabat pemerintah. Nasihat mereka ringan, khas gaya bahasa anak-anak tapi bermakna dalam dan membakar semangat berjuang. Anak anak tidak diminta untuk rajin belajar, jadi anak pintar dan berprestasi. Tapi justru di anjurkan untuk menikmati sekolah baru dan harus bersemangat.

Berikut petikan kata sambutan-nya, dalam gaya bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini :

Kepala sekolah dengan tenang berkata :
“Waah, kalian mau lulus ya, senang ngga di Shiraume? Anak-anak kompak menjawab  ”senang”. Lalu bertanya lagi “siapa yang mau tetap disini?” tidak ada yang menyahut , lalu sambil pura-pura sedih beliau berkata “wah saya bakalan sabishi (kangen) dong”

“Kalian akan memasuki dunia baru di shougakko (SD), mungkin akan ada yang menangis, tidak mau main dan lain-lain, tapi itu wajar. Berjuanglah di dunia baru itu sambil menikmati hari baru itu, semua hari adalah hari-hari tanoshi (menyenangkan).

”Di shougakko, kalian akan punya teman baru, belajar bersama sama,  campingbersama-sama, berenang, dan saya minta kalian untuk bersenang-senang saat belajar, siap?” Serontak anak-anak menjawab “Haiiikkk!”

“Nanti di SD kalian tunjukkan betapa tekunnya alumni Shiraume, perlihatkan bahwa kalian orang yang gemar ganbatte (semangat berjuang)”

“Jikalau kalian punya waktu, sekali-sekali mainlah kesini, temui adik-adik kalian, mereka akan senang bisa lihat kakak-kakaknya kembali untuk mereka”

Anak anak-pun lebih dianggap sahabat oleh sensei, hubungan guru-murid cair tapi tetap dalam batas sopan. Selama ini saya sering melihat sensei-murid bercanda, bergelayutan tanpa segan. Dan hari itu, saat menunggu acara dimulai, didalam kelas Sensei berkata :
“Saya sangat-sangat sedih berpisah dengan kalian semua, tapi memiliki kalian sebagai sahabat saya, benar-benar menyenangkan buat saya, terima kasih selamanya” sambil menyeka air mata berkali-kali. Dan anak-anak pun berebutan memeluk Sensei yang selama setahun ini membersamai mereka.

Tapi yang lebih berkesan justru ketika pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan murid, 2 orang.
“Kami jadi begini (murid baik) karena Sensei2 kami, selamanya kami ingin berterima kasih”
“Kami sering membuat repot, namun sensei-tachi tidak marah, kami berterima kasih”

Begitulah, kata kata mereka mengalir biasa tapi sarat makna

http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/20/wisuda-tk-di-jepang-yang-penuh-makna-649562.html

Ramadhannya si Ichi Nensei


Rasa nya menjadi kelas 1 SD telah merubah banyak hal pada anak pertama saya ini. Seperti sikap nya sebagai orang asing dan satu-satu nya muslim di koudo shougakkou. Dimulai dari kerelaan hatinya untuk konsisten berjilbab,pun saat berenang. Berbesar hati ketika harus  makan bento full dari rumah, kemudian ketegasannya saat ditawarkan makanan oleh teman dan senseinya.

Begitu juga Ramadhan tahun ini, umur nya 6 tahun. Saya tidak memaksanya untuk puasa full di weekdays, karena selain musim panas menyengat serta lama (16,5 jam) kegiatan SD disini banyak aktivitas outdoor nya. Kalau weekend, insyaAllah sampai magrib, walau sahur molor :)

Ada 2 kejadian baru-baru ini yang membuat saya tercenung dan terharu.

Kejadian pertama adalah saat dia bertanya sampai kapan kita puasa, sampai tanggal berapa. Saya pikir karena dia mengeluh, puasa kok lama sekali? hehe. Belakangan saya baru tahu setelah melihat buku renrakuchou (buku pengantar orang tua-murid), ternyata si F cerita ke senseinya kalau sedang puasa, kemudian sensei nya bertanya sampai kapan. karena saat itu belum tahu jawabannya, jadi bertanya dulu sama ibu nya dan jawaban nya di tulis sendiri dibuku renrakuchou (gambar bawah kiri)  T_T.
ibu nya memang ga kepikiran ngasih tau sensei, hiks.

sensei pun merespon : taihen desu ne (berat yaa).
gapapa ya nak, taihen taihen di dunia, tanoshi tanoshi di akhirat, insyaAllah ..Aamiin

Kejadian kedua, saat 2 orang temannya datang kerumah, menjemput untuk membuat PR dan bermain bersama. Nah salah satu kebiasaan anak-anak jepang, saat  bermain terutama musim panas adalah membawa suito (botol minum). terjadilah dialog berikut

Y-chan : fahira, Suito wa? (botol minumnya mana?)
F : ee, bla bla asa kara, yoru made. mizu nomanai, oyatsu tabenai bla bla (intinya jelasin kalau sedang puasa, jadi tidak makan minum dari pagi sampai sore/malam)
Y dan A chan : eee, sokka,

Alhamdulillah, walau tidak selalu full, setidaknya sudah memahami hakikat puasa dan bisa menjelaskan ke teman dan sensei mengenai puasa ini,

Dan minggu lalu kami mendapat jadwal untuk bertemu langsung dengan Kosuji-sensei (guru kelas Fahira). Beliau sangat senang dengan cara Fahira beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Walaupun diawal banyak hal yang dirasa aneh oleh teman-temannya, misalnya cara berpakaian, makan bento dari rumah, cara berganti pakaian yang harus di ruangan tersendiri, juga pakaian renangnya, namun Fahira tampak easy going dengan keunikannya dan teman-teman kini sudah sangat paham dan menerimanya apa adanya. bahkan banyak yang kagum dengan puasa Fahira dan memberi semangat.
Sensei mengatakan bahwa hari ini Fahira sudah benar-benar menyatu dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari teman-teman secara kolektif. Apapun keunikan-keunikan baru Fahira yang belum terungkap, sudah bisa dimengerti sepenuhnnya oleh sekolah dan teman-teman.


Semoga Allah selalu menjaga Mu nak, tantanganmu dimasa depan akan sangat berat, fitnah dan ancaman pada agamamu akan semakin membayangi..
Doa kami, walau tak lama umur ini membersamaimu, semoga Akidah mu tetap lurus sampai maut menjemput, Aamiin


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, wahai Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40)